Berdirinya MA Integratif NU Al-Hikmah berawal dari keinginan mulia Majlis Keluarga Pondok Pesantren Putri Islam (PPPI) Jeru. Sosok yang menjadi inspirasi utama adalah Bu Nyai Sepuh Hj. Maimunah Shodiq Damanhuri, istri dari K.H. Mudjahid, pendiri PPPI Jeru. Beliau memiliki visi untuk mewujudkan generasi santri yang tidak hanya istiqamah dalam beribadah tetapi juga memiliki jenjang pendidikan formal yang memadai, minimal setara dengan tingkat SLTA. Kebutuhan ini semakin dirasakan penting, terutama dengan dorongan dari masyarakat dan alumni pondok pesantren.
Agus Is’adur Rofiq, putra K.H. Mudjahid sekaligus kepala SMP NU Al-Hikmah di YPPPI Jeru, merasa terpanggil untuk mewujudkan cita-cita ini. Ia mengajak majlis keluarga untuk bermusyawarah dan menunjuk Agus Ikhwan Mahmudi, cucu menantu yang telah berpengalaman sebagai kepala sekolah di beberapa tempat, untuk memimpin upaya mendirikan jenjang pendidikan formal di bawah naungan PPPI.
Hasil musyawarah menghasilkan kesepakatan dari Agus Kholil Fanani, penerus PPPI, yang mendukung penuh pendirian Madrasah Aliyah. Agus Ikhwan Mahmudi pun diberi amanah untuk memimpin proses pendirian. Ia memulai langkah dengan melakukan kajian mendalam, analisis SWOT, melibatkan berbagai pihak, serta menyusun administrasi, profil, dan logo madrasah. Madrasah ini kemudian diberi nama MA Integratif NU Al-Hikmah, yang menggambarkan konsep pendidikan integratif antara pendidikan formal, pesantren, keterampilan, dan sains. Nama "NU" dipilih sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan para ulama, khususnya K.H. Mudjahid, sedangkan "Al-Hikmah" mengacu pada lembaga pendidikan formal yang sebelumnya dirintis oleh K.H. Mudjahid melalui Madrasah Ibtidaiyah.
Pada Februari 2018, tim yang terdiri dari Gus Rofiq, Gus Faiq, Gus Dur, dan Agus Ikhwan Mahmudi berangkat ke Surabaya untuk mengajukan pendirian Madrasah Aliyah secara resmi. Alhamdulillah, pada Juli 2018, MA Integratif NU Al-Hikmah mulai beroperasi dengan angkatan pertama yang terdiri dari 36 siswa. Pada November 2018, madrasah ini secara resmi mendapatkan Izin Operasional dan Nomor Statistik Madrasah (NSM).
Dalam waktu kurang dari dua tahun, dukungan masyarakat dan alumni memungkinkan MA Integratif NU Al-Hikmah untuk berkembang pesat. Pada tahun 2019, dua gedung madrasah berhasil dibangun: satu untuk siswa putra dan satu untuk siswa putri. Pada tahun kedua operasional, pembangunan lantai kedua gedung madrasah juga selesai. Perkembangan jumlah siswa terus meningkat setiap tahun, dimulai dengan 36 siswa generasi pertama hingga mencapai 59 siswa pada generasi keenam. Hingga kini, madrasah telah meluluskan 127 siswa, dengan 7 siswa diterima di perguruan tinggi negeri, 15 siswa di perguruan tinggi swasta, 35 siswa melanjutkan pendidikan di pesantren, dan sisanya memasuki dunia kerja.
MA Integratif NU Al-Hikmah menjadi bukti nyata sinergi antara visi para pendiri, dukungan masyarakat, dan dedikasi tim madrasah dalam membangun generasi penerus yang berakhlak mulia, berilmu, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Keberhasilan MA Integratif NU Al-Hikmah tidak lepas dari komitmen yang kuat untuk terus berinovasi dan menghadirkan program-program unggulan. Dengan konsep pendidikan integratif, madrasah ini menjadi pelopor dalam menyelaraskan nilai-nilai pesantren dengan pendidikan formal berbasis sains dan keterampilan. Hal ini memungkinkan siswa untuk mendapatkan bekal akademik yang memadai sekaligus menanamkan nilai-nilai keislaman dan kemandirian.
Dalam perjalanannya, MA Integratif NU Al-Hikmah terus mengembangkan infrastruktur dan kualitas pendidikan. Dukungan dari alumni, masyarakat, dan para pemangku kebijakan menjadi salah satu kekuatan utama. Tidak hanya terbatas pada peningkatan fasilitas fisik, madrasah juga berfokus pada pembinaan karakter, penguatan profil pelajar Pancasila, dan rahmatan lil alamin.
Pengelolaan madrasah dilakukan dengan pendekatan profesional dan berbasis data. Setiap tahun, analisis capaian dan evaluasi terus dilakukan untuk meningkatkan mutu pembelajaran. Para siswa diarahkan untuk berprestasi, baik di bidang akademik maupun non-akademik, termasuk aktif berpartisipasi dalam berbagai kompetisi tingkat lokal, regional, dan nasional.
Capaian MA Integratif NU Al-Hikmah hingga saat ini mencerminkan keberhasilannya dalam mencetak lulusan yang kompeten dan berdaya saing. Lulusan tidak hanya melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi atau pesantren, tetapi juga menjadi bagian dari masyarakat yang produktif, membawa nama baik madrasah, dan berkontribusi dalam pembangunan bangsa.
Sebagai bagian dari Pondok Pesantren Putri Islam Jeru, MA Integratif NU Al-Hikmah juga terus berusaha menjaga visi awal pendirinya, yaitu menyelaraskan pendidikan formal dan nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jama’ah. Dengan semangat istiqamah dan pembaruan, madrasah ini siap melahirkan generasi penerus yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga membawa manfaat bagi umat dan bangsa.
Sejarah singkat ini menjadi pengingat bahwa setiap langkah yang telah dilalui penuh dengan doa, perjuangan, dan dukungan dari berbagai pihak. Semoga MA Integratif NU Al-Hikmah terus berkembang dan menjadi pusat pendidikan unggulan yang memberikan keberkahan bagi masyarakat luas.