Admin Magita
Admin Magita
Online
Halo 👋
Ada yang bisa dibantu?

OPINI: Trend TikTok vs. Pilihan Karier Tanpa S.Pd


Seperti yang telah dikenal, bangku kuliah adalah tahap pendidikan tinggi yang memiliki durasi tertentu, seperti S1, S2, dan S3. Namun, dalam situasi di mana seseorang kurang bersemangat dalam menjalani kuliah atau mengalami kendala tertentu, durasi studi mereka mungkin akan melebihi jangka waktu yang semestinya. Di era yang terus berkembang, pendidikan tinggi terus meningkatkan kualitasnya agar tetap relevan dengan perkembangan zaman dan teknologi yang semakin canggih. Pengguna media sosial, tentunya akrab dengan judul yang saya gunakan ini. Judul tersebut terinspirasi oleh tren di media sosial belakangan ini, yang banyak digunakan oleh mahasiswa untuk berbagi pengalaman mereka dalam mengejar pendidikan di bangku kuliah secara ringkas.

Kuliah sebenarnya memiliki tujuan yang lebih dalam daripada sekadar memperoleh gelar akademik. Kuliah adalah kesempatan untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan seseorang secara lebih mendalam. Sesuai dengan Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, tujuan utama pendidikan adalah "mengembangkan potensi individu sehingga mereka dapat menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, serta menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab."

Dengan kata lain, pendidikan tinggi bukan hanya tentang mendapatkan gelar belaka, melainkan tentang proses pengembangan diri, moral, keterampilan, dan pengetahuan yang lebih luas. Gelar akademik yang diperoleh merupakan penghargaan atas kesabaran dan upaya yang diinvestasikan dalam mengejar pendidikan yang memerlukan waktu dan kerja keras.

Pengalaman perkuliahan bagi penulis adalah campuran perasaan antara rasa duka dan sedikit kebahagiaan. Ini disebabkan oleh kenyataan bahwa, seperti yang dijelaskan dalam judul "Kuliah Capek, Gak Kuliah, Gak S.Pd," pendidikan tinggi sering kali terasa sangat melelahkan. Terlebih lagi, kesan ini mungkin menimbulkan kesan bahwa beberapa orang hanya mengejar gelar semata. Namun, kenyataannya, gelar seperti S.Pd. atau gelar pendidikan lainnya hanya dapat diperoleh melalui pendidikan formal di perguruan tinggi.

Walaupun perkuliahan memang melelahkan, perasaan yang lebih melelahkan adalah hidup dengan pengetahuan yang terbatas. Seperti yang diungkapkan oleh Imam Syafi'i, "Jika kamu tidak tahan lelahnya belajar, maka kamu harus siap merasakan perihnya kebodohan." Hal ini menggambarkan bahwa meskipun perkuliahan bisa menjadi penantang, ketidakmampuan untuk belajar dan berkembang dapat berdampak lebih buruk dalam jangka panjang.

Jujur, banyak di antara pembaca mungkin memiliki ekspektasi awal bahwa kehidupan kuliah akan menyenangkan dan terkesan santai. Beberapa mungkin berpikir bahwa tidak perlu mengenakan seragam ke kampus, jadwal perkuliahan tidak penuh seharian, dan mungkin hanya ada satu atau dua mata kuliah dalam sehari. Namun, saat kita menghadapi kenyataan, seringkali terasa seperti mendapat tamparan keras.

Menjadi seorang mahasiswa tidak selalu mudah. Kita harus siap menghadapi kekecewaan seperti menunggu dosen yang terlambat atau bahkan tidak hadir dalam perkuliahan. Namun, di balik semua tantangan ini, proses kuliah dapat membentuk kita menjadi individu yang lebih berkualitas, bahkan melebihi standar, tergantung pada bagaimana kita menanggapi situasi tersebut. Semua pengalaman tidak menyenangkan itu, jika dihadapi dengan sikap ikhlas dan upaya perbaikan, bisa menghasilkan pencapaian yang baik dan memuaskan.

Seringkali, saat ditanya mengapa mereka kuliah, seseorang mungkin memberikan alasan-alasan seperti "agar nanti ada gelar di belakang nama," "untuk meningkatkan peluang mendapatkan pekerjaan," atau "untuk mendapatkan pengakuan dari keluarga dan menghindari perbandingan dengan anggota keluarga lain." Alasan-alasan ini memang realistis dan beralasan.

Namun, untuk mendapatkan gelar S.Pd atau gelar lainnya, seseorang harus menjalani sebuah proses pendidikan, dan dalam proses itu, peningkatan pengetahuan pasti terjadi, sekalipun mungkin dalam jumlah kecil atau terkadang terlupakan.

Mengubah diri ke versi yang lebih baik memang tidak selalu penuh kebahagiaan. Proses upgrade ini seringkali disertai dengan perasaan takut keluar dari zona nyaman, keberanian untuk mencoba hal baru, dan tekad untuk tidak pernah menyerah. Dalam keberanian dan tekad itulah seseorang bisa menemukan potensi terbaik dalam diri mereka, bahkan jika tidak selalu disertai dengan tawa bahagia. 

Berbagi

Posting Komentar